Struktur Perovskite
Perovskite
yang kemudian dikenal sebagai struktur perovskite
merupakan material yang memiliki struktur kristal sama dengan struktur
kristal calcium titanium oxide (CaTiO3). Rumus umum untuk senyawa perovskite adalah ABX3 yang kemudian diadopsi oleh
banyak oksida yang memiliki rumus kimia ABO3.
BACA JUGA : PERKEMBANGAN SEL SURYA
Gambar 2.2 Struktur kristal perovskite ABO3
Gambar 2.2 menunjukkan struktur perovskite ABO3 dimana A adalah kation dengan jari-jari ionik yang lebih besar dari kation B yang terletak pada sudut-sudut sel satuan seperti Bi3+dan Bi2+. Kation B memiliki jari-jari lebih kecil dari kation A dan terletak pusat diagonal ruang sel satuan seperti Fe3+. Oksigen terletak pada sisi-sisi sel satuan. Struktur perovskite ABO3 memiliki kation besar yang dikoordinasikan dengan 12 ion oksigen dan kation kecil yang dikoordinasikan menjadi 6 ion oksigen yang membentuk oktahedron. Kelebihan yang dimiliki oleh oksida perovskite adalah sebagian ion-ion oksigen penyusun strukturnya dapat dilepaskan (mengalami reduksi) tanpa mengalami perubahan struktur yang berarti. Kekosongan ion oksigen ini selanjutnya dapat diisi kembali oleh ion oksigen lain. Dengan sifat seperti ini, oksida perovskite dapat berperan sebagai oksidator atau sumber oksigen bagi suatu reaksi oksidasi. Perovskite memiliki tingkat kestabilan struktur yang relatif tinggi .
BACA JUGA : KRISTAL
BACA JUGA : PRINSIP KERJA SEL SURYA
Bismuth Ferrite Oxide (BiFeO3)
Material multiferroik adalah senyawa yang memperlihatkan sifat ferroik atau antiferroik, seperti ferromagnetik dan ferroelektrik pada fasa tunggal. Material multiferroik memiliki sifat ferroik pada temperatur ruang atau di atas temperatur ruang. Salah satu contoh material multiferroik adalah bismuth ferrite oxide (BiFeO3). BiFeO3 memiliki sifat elektrik yang lebih kuat dari pada sifat magnetiknya. Hal ini dikarenakan oleh atom-atom yang menyusun BiFeO3. Atom Fe memiliki sifat ferroelektrik dan atom Bi memiliki sifat diamagnetik. Sifat ferroelektrik dapat diperlihatkan oleh BiFeO3 apabila dibawah temperatur Neel Tn =1103K, dan bersifat antiferromagnetik tipe G dibawah temperatur Neel Tn = 643K.
BACA JUGA : PITA ENERGI
Gambar 2.3 Struktur perovskite BFO
BACA JUGA : KARAKTERISASI X RAY DIFFRACTION ( XRD)
Berdasarkan
penelitian yang dilakukan oleh Shima et al.,
(2013)
bahwa BiFeO3 lebih dominan bersifat elektriknya dibandingkan sifat
magnetiknya. Sifat elektrik yang lebih kuat tersebut dikarenakan atom-atom yang
menyusun BiFeO3. Struktur perovskite
BiFeO3 ditunjukkan pada Gambar 2.3, ion A diduduki oleh ion Fe3+
dengan jari-jari ion 0,645 Å dan ion B
merupakan ion Bi3+ dengan jari-jari ion 1,17 Å (Gaur et al.,
2011). Pada temperatur ruang, BFO berstruktur
rombohedral dengan a=b=c = 3,965 nm
dan α = 89,3o.
BACA JUGA : Chemical Solution Deposition (CSD)


Komentar
Posting Komentar